Pembelajaran hybrid yang menggabungkan tatap muka dan daring telah banyak diterapkan di pendidikan tinggi, namun penerapannya pada mata kuliah sains masih perlu dikaji karena membutuhkan penjelasan konseptual, interaksi, dan praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap pembelajaran hybrid pada mata kuliah sains. Penelitian menggunakan metode survei cross-sectional terhadap 112 mahasiswa dengan kuesioner 15 butir skala Likert dan pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara deskriptif dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan Cronbach’s alpha. Hasil menunjukkan bahwa kesiapan teknologi mahasiswa tergolong tinggi, dengan 100% mahasiswa memiliki smartphone dan 75% memiliki laptop. Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran hybrid berada pada kategori positif dengan rerata 3,87 dari skala 5. Aspek kejelasan penjelasan tatap muka memperoleh respons tertinggi sebesar 91%, sedangkan kenyamanan diskusi daring lebih rendah sebesar 68%. Sebanyak 63% mahasiswa memilih pembelajaran tatap muka penuh dan 37% memilih hybrid. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid diterima cukup baik, tetapi perlu penguatan pada interaksi daring, stabilitas internet, dan desain praktikum.
Copyrights © 2026