Medica Arteriana (Med-Art)
Vol 8, No 1 (2026): Juni 2026

Mengupas Skema Pembiayaan Layanan Kesehatan Primer: Implementasi Fungsi Utama Bantuan Operasional Kesehatan di Semarang

Athfal Azhari Fuadi (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Muhammad Ilham Alfiandi (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Madhura Athallah Nugroho (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Ahmad Rijal Ali (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Wahyu Gito Putro (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Hema Dewi Anggrahenny (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Aisyah Lahdji (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)
Chamim Faizin (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar Belakang: Meskipun dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) telah tersedia di Indonesia, masih terdapat kesenjangan antara tingginya penyerapan anggaran dengan belum tercapainya target Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga diperlukan evaluasi sistemik. Studi ini mengeksplorasi implementasi dana tersebut di empat Puskesmas di Kota Semarang dengan menggunakan delapan fungsi inti pembiayaan kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2025. Sesuai dengan panduan COREQ, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 partisipan yang dipilih secara purposif (meliputi kepala puskesmas, bendahara, dan pengelola program) serta didukung oleh telaah data sekunder terkait capaian kinerja. Data dianalisis secara deduktif menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti berdasarkan kerangka pembiayaan kesehatan yang mencakup pengumpulan pendapatan, pooling, pembelian, distribusi sumber daya, mutu, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.Hasil: Hasil studi menunjukkan bahwa pengumpulan pendapatan dan distribusi disesuaikan dengan prioritas lokal, disalurkan dalam tiga tahap, dan ditransfer langsung ke rekening puskesmas melalui e-Renggar. Meskipun penyerapan anggaran melampaui 99% pada tahun 2024, indikator mutu dan efisiensi menunjukkan adanya variasi antarlokus dalam pencapaian target, misalnya pada deteksi dini penyakit. Transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga melalui audit berlapis dan dasbor pemantauan digital.Kesimpulan: Implementasi dana BOK telah mematuhi regulasi dan memanfaatkan tata kelola digital secara efektif. Sebagai implikasi utama dari studi ini, para pembuat kebijakan dan dinas kesehatan perlu merekonstruksi mekanisme alokasi dana di masa mendatang agar secara struktural selaras dengan penyelesaian kesenjangan kinerja SPM yang spesifik, guna memastikan pembiayaan kesehatan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

MedArt

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Medica Arteriana (Med-Art) is an open access journal as the official scientific journal of the Faculty of Medicine University Muhammadiyah of Semarang. The Journal publishes articles in medical and health sciences resulted from basic sciences, clinical sciences and community health (public health, ...