Masalah pemenuhan nutrisi pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan pangan lokal yang kaya akan vitamin, mineral, dan protein, namun pemanfaatannya sering kali kurang diminati oleh anak-anak karena aromanya yang khas. Inovasi "Pulor" (Puding Daun Kelor) hadir sebagai alternatif pangan lokal yang diolah secara menarik dan disukai anak-anak untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menginisiasi pemenuhan nutrisi tambahan bagi anak-anak di TK Aisyiyah II melalui pemanfaatan pangan lokal berbasis daun kelor dalam bentuk puding. Metode: Metode pelaksanaan PkM ini berfokus pada intervensi langsung berupa pemberian produk "Pulor" kepada seluruh siswa di TK Aisyiyah II. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan pengolahan produk oleh tim pengabdian, dilanjutkan dengan pendistribusian dan konsumsi bersama di sekolah. Evaluasi dilakukan secara kualitatif untuk melihat daya terima (kesukaan) anak-anak terhadap rasa, warna, dan tekstur puding melalui observasi langsung dan wawancara singkat.Hasil: Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa "Pulor" memiliki daya terima yang sangat tinggi di kalangan siswa TK Aisyiyah II. Sebagian besar anak menyukai rasa dan tekstur puding, serta mampu menghabiskan porsi yang diberikan tanpa penolakan terhadap aroma khas kelor. Pemberian intervensi ini berhasil memperkenalkan alternatif camilan sehat yang padat gizi kepada anak-anak.Kesimpulan: Pemberian "Pulor" terbukti efektif sebagai salah satu alternatif intervensi pangan lokal untuk pemenuhan nutrisi anak usia dini di sekolah. Pendekatan distribusi langsung ini dapat menjadi stimulus awal bagi pihak sekolah maupun orang tua untuk lebih memanfaatkan daun kelor dalam variasi menu harian anak.
Copyrights © 2026