Latar Belakang: Pernikahan usia dini merupakan permasalahan yang terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resiko depresi berat, perceraian, kekerasan rumah tangga, putus sekolah, masalah ekonomi serta kehamilan pada usia anak. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah psikoedukasi, yaitu pemberian informasi dan pemahaman psikologis untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan remaja mengenai bahaya dan risiko pernikahan di usia muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi tentang risiko perkawinan usia muda terhadap perubahan sikap pernikahan dini pada remaja. Program psikoedukasi dilakukan satu kali pertemuan di ruang kelas. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di SMK Tunggal Cipta Manisrenggo. Subjek penelitian siswa dan siswi kelas X dan XI Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan total 62 responden. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat yaitu menggunakan Uji Non-Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai sikap dari 31,91 (pretest) menjadi 34,81 (posttest). Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai Z = -6,487 dan p-value = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan perubahan sikap dari sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi tentang perkawinan usia muda terhadap sikap pernikahan dini pada remaja.
Copyrights © 2026