QRIS menjadi salah satu metode pembayaran digital yang semakin banyak digunakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk UMKM sektor perdagangan di Kota Pontianak. Selain memudahkan transaksi, penggunaan QRIS juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengelola catatan transaksi usahanya. Namun, kualitas pencatatan keuangan tidak hanya bergantung pada penggunaan sistem pembayaran digital, tetapi juga pada literasi akuntansi yang dimiliki oleh pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan QRIS dan literasi akuntansi terhadap kualitas pencatatan keuangan UMKM di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 110 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS tidak berpengaruh terhadap kualitas pencatatan keuangan UMKM. Sebaliknya, literasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas pencatatan keuangan. Secara simultan, penggunaan QRIS dan literasi akuntansi berpengaruh terhadap kualitas pencatatan keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital perlu didukung dengan pemahaman akuntansi yang memadai agar pelaku UMKM dapat mengelola pencatatan keuangan secara lebih efektif.
Copyrights © 2026