Fenomena infinite workdays menggambarkan kondisi ketika aktivitas pekerjaan dapat berlangsung hampir sepanjang hari akibat tuntutan konektivitas digital, sehingga berpotensi meningkatkan kelelahan, stres, dan menurunkan keterikatan emosional karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformational leadership dan work-life balance terhadap affective organizational commitment dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Objek dalam penelitian ini yaitu karyawan Generasi Z yang bekerja pada industri perbankan wilayah Yogyakarta. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 96 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership, work-life balance, dan employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap affective organizational commitment. Selain itu, transformational leadership dan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa employee engegement mampu memediasi secara positif dan signifikan pengaruh transformational leadership dan work-life balance terhadap affective organizational commitment.
Copyrights © 2026