Proses pencernaan makanan masuk kedalam tubuh akan dicerna menjadi sari-sari makanan yang diserap oleh usus, sedangkan sisanya yang tidak diserap oleh tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk feses. Setiap individu memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, dimana pola buang air besar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain asupan cairan, aktivitas, asupan serat dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Apabila konsumsi serat dalam makanan, konsumsi cairan, dan pemenuhan kebutuhan aktivitas tidak terpenuhi maka akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan Tujuan : Melakukan pemeriksaan dan analisis teoritis hasil pemeriksaan feses lengkap Laboratorium Patologi Klinik RSUD X. Tata laksana : Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 15 Januari 2024 sampai dengan 23 Febuari 2024 di Laboratorium Patologi Klinik RSUD X. Metode : direct slide, sampel akan terwarnai dengan eosin 2% sehingga akan lebih jelas membedakan telur cacing dengan kotoran disekitarnya. Hasil : Telah didapatkan hasil pengamatan pemeriksaan feses lengkap secara makroskopis dan mikroskopis sebanyak 30 sampel dengan hasil yang normal Kesimpulan : Pemeriksaan feses lengkap pada tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik, pemantapan mutu internal (PMI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Good Laboratory Practice (GLP) telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Copyrights © 2025