Tamping adalah Narapidana yang bertugas membantu Petugas Pemasyarakatan dalam kegiatan pembinaan di Rutan. Proses pemilihan Tamping di Rutan Kelas I Cirebon masih terdapat masalah yaitu belum adanya pembobotan kriteria dan belum adanya sistem yang terkomputerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Sistem Pendukung Keputusan dan membantu Petugas Pemasyarakatan dalam pemilihan Tamping agar hasil yang diperoleh menjadi lebih objektif dan efisien. Metode pendukung keputusan yang digunakan adalah metode SAW (Simple Additive Weighting) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Metode SAW digunakan untuk normalisasi matriks keputusan dan metode TOPSIS digunakan untuk normalisasi matriks terbobot dan menentukan nilai preferensi. Data penelitian yang digunakan adalah 15 Narapidana hasil dari asesmen oleh Petugas Pemasyarakatan. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan Tamping yaitu masa pidana, perilaku, kesehatan dan keterampilan. Pengujian metode SAW dan TOPSIS menunjukan hasil yang konsisten antara perhitungan manual dan perhitungan sistem sesuai dengan perancangan yang telah dibangun. Hasil dari penelitian ini bahwa sistem berhasil menampilkan laporan hasil perhitungan berupa nilai preferensi Narapidana untuk menentukan pemilihan Tamping.
Copyrights © 2026