Identifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan langkah penting dalam mendukung layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme identifikasi prasekolah ABK, karakteristik peserta didik yang teridentifikasi, serta relevansinya sebagai upaya mitigasi dini di SD Negeri Tingkir Tengah 02 Kota Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, observasi, dan studi dokumentasi program pendampingan ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi dilakukan melalui tes yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan sebelum peserta didik memasuki sekolah dasar. Identifikasi menghasilkan informasi mengenai karakteristik dan kebutuhan peserta didik, termasuk peserta didik dengan Intellectual Development Disorder (IDD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan kesulitan belajar. Hasil identifikasi dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pendampingan dan layanan pembelajaran yang sesuai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa identifikasi prasekolah berperan sebagai upaya mitigasi dini yang membantu sekolah mempersiapkan layanan pendidikan secara lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
Copyrights © 2025