Anemia defisiensi zat besi pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global dan negara. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 30% remaja putri mengalami anemia dan 41,7% remaja putri anemia di Bukittinggi. Anemia berdampak serius terhadap kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia pada remaja putri dan pola menstruasi mereka. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel adalah remaja putri SMA 1 dan SMA 3 di Bukittinggi berjumlah 316 responden yang diambil secara cluster random sampling. Variabel yang diukur adalah status anemia dan pola menstruasi menggunakan instrumen kuesioner dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 39,2% remaja putri mengalami anemia, 78,8% remaja putri dengan siklus haid normal, 54,3% lama haid tidak normal dan 88,8% banyaknya haid normal. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi (p=0,021, PR 1,462) dan banyaknya menstruasi dengan kejadian anemia remaja putri (p=0,045, PR 1,496). Nilai PR >1 menjelaskan bahwa remaja dengan siklus menstruasi dan banyak menstruasi yang tidak normal lebih berisiko mengalami anemia. Kesimpulannya pola menstruasi merupakan determinan anemia remaja putri.
Copyrights © 2026