Kemampuan berpikir kreatif siswa merupakan kunci dalam memahami masalah dan menemukan solusi. Namun, kondisi pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas siswa masih rendah, yang dibuktikan oleh data PISA 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan model RMS (Reading, Mind Mapping, dan Sharing) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen, yaitu Non-Equivalent Control Group Design. Penelitian ini melibatkan 2 kelas, yakni kelas VII A sebagai kelas eksperimen VII A dan VII D sebagai kelas kontrol. Penetapan sampel ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa 8 soal uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji prasyarat, independent sample t-test, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada hasil posttest kedua kelas, di mana peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi. Maka, model pembelajaran RMS terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Copyrights © 2026