Fenomena kecemasan pada ibu postpartum yang tidak segera diatasi akan mengakibatkan timbulnya depresi postpartum yang akan membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Angka kejadian depresi di Asia cukup tinggi dan bervariasi antara 26- 85%, sementara di Indonesia sekitar 50-70% ibu mengalami depresi. National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2023 menyebutkan angka kejadian depresi postpartum di Provinsi Lampung pada tahun 2023 sebesar 25%. Kecemasan pada ibu postpartum merupakan berhubungan dengan kejadian depresi postpartum yang berdampak pada kesehatan mental ibu, proses menyusui, serta hubungan pernikahan. Konseling psikososial menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pada ibu postpartum. Intervensi ini mencakup dukungan emosional dan strategi adaptif untuk mengatasi stres serta tantangan psikologis yang muncul setelah melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling psikososial terhadap kecemasan ibu postpartum. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian sudah dilaksanakan pada Agustus-September 2025 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sendang Agung. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu post partum dengan besar sampel 30 responden. Analisis data bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian. menunjukkan sebelum intervensi rata-rata skor kecemasan responden adalah sebesar 31,10 dan setelah dilakukan konseling psikososial adalah sebesar 27,40. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat perngaruh yang signifikan pemberian konseling psikososial terhadap kecemasan ibu postpartum. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan puskesmas dalam merancang dan mengembangkan program konseling psikososial secara rutin bagi ibu postpartum untuk mencegah terjadinya kecemasan pascapersalinan.
Copyrights © 2026