Penelitian ini didasari oleh rendahnya perilaku toleransi pada siswa SMP dalam menghadapi keberagaman suku, fenomena yang sering ditemukan menunjukkan adanya tindakkan ejekan berbasis suku, kecenderungan siswa membentuk kelompok dari kesamaan suku, hingga adanya stereotip negatif. Hal ini mengindikasi bahwa Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Berkebhinekaan Global, belum sepenuhnya terinternalisasi dalam interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Berdasarkan permasalahn tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam mengenai proses implementasi Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebhinekaan Global dalam meningkatkan toleransi keberagaman suku di SMP Negeri 1 Bayung lencir Kabupaten Musi Banyuasin, serta mengidentifikasi apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian melibatkan siswa, guru Pendidikan Pancasila, serta wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Data dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan, data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dimensi Bekebhinekan Global dalam meningkatkan toleransi keberagaman suku sudah mulai terbentuk, namun masih perlu ditingkatkan. Hal ini dikarenakan masih ditemukan sebagian siswa yang menunjukkan sikap serta interaksi negatif terhadap siswa yang memiliki perbedaan latar belakang suku. faktor pendukung meliputi: dukungan kurikulum, komitmen dan dukungan kebijakan sekolah, serta peran aktif guru. Namun, masih terdapat hambatan seperti perbedaan latar belakang suku dan budaya, pengaruh media sosial, serta kurangnya kesadaran siswa.
Copyrights © 2026