Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konflik komunikasi yang muncul dalam hubungan beda etnis antara individu etnis Tionghoa dengan Jawa, dan menganalisis strategi komunikasi yang digunakan pasangan beda etnis dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Informan terdiri atas lima orang. Data dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan para informan. Data analisis menggunakan beberapa teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik komunikasi yang muncul dalam hubungan beda etnis Tionghoa-Jawa bersumber dari kesenjangan pemaknaan simbol-simbol budaya, yang meliputi perbedaan gaya komunikasi, perbedaan nilai dan kebiasaan budaya, serta tekanan sosial dari keluarga masing-masing pihak. Dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik tersebut, pasangan beda etnis menerapkan berbagai strategi komunikasi, di antaranya adaptasi gaya komunikasi, negosiasi nilai budaya, kompromi, serta pembangunan kesepakatan bersama sebagai landasan komunikasi dalam hubungan mereka.
Copyrights © 2026