Perpustakaan sekolah memiliki peran penting sebagai pusat sumber belajar, pusat informasi, dan sarana pengembangan literasi yang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran. Keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan fungsi tersebut sangat dipengaruhi oleh manajemen koleksi yang meliputi pengadaan, pengembangan, evaluasi, dan kesesuaian koleksi dengan kurikulum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen koleksi perpustakaan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Telekomunikasi Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah dan pengelola perpustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan koleksi dilakukan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), usulan guru mata pelajaran, serta sumbangan buku dari peserta didik dengan mempertimbangkan kebutuhan kurikulum dan pembelajaran. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, jumlah koleksi yang belum memadai, dan belum optimalnya koleksi digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen koleksi yang terencana dan berkelanjutan berperan penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta penguatan budaya literasi di sekolah.
Copyrights © 2026