Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kesadaran diri (self-awareness) dan kedisiplinan santri dalam pembelajaran Fikih sebagai bagian dari pembentukan karakter di lingkungan pesantren. Namun, masih ditemukan santri yang kurang menyadari pentingnya belajar, kurang disiplin dalam mengikuti pembelajaran, serta belum mampu mengelola perilaku secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan persuasif dalam penguatan self-awareness dan kedisiplinan santri pada pembelajaran Fikih serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Fikih dan santri di MAS PPTI Gobah V Surau Tilatang Kamang. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan persuasif diterapkan melalui pendekatan sistematis dan heuristik yang diwujudkan dalam bentuk pemberian motivasi, nasihat, keteladanan, penguatan, reward, dan punishment. Implementasi pendekatan tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan santri mengenali diri, mengevaluasi perilaku, mengambil keputusan, serta membangun kedisiplinan dalam mengikuti pembelajaran Fikih. Faktor pendukung meliputi lingkungan pertemanan yang positif, lingkungan asrama yang kondusif, dan dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi rasa malas, kelupaan, pengaruh teman sebaya, serta belum optimalnya strategi komunikasi guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan persuasif sistematis dan heuristik dalam penguatan self-awareness dan kedisiplinan santri di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026