Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa sekolah dasar memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar mampu memahami, menganalisis, dan menyelesaikan berbagai permasalahan secara kritis dan kreatif. Namun, kemampuan HOTS siswa sekolah dasar masih memerlukan penguatan untuk mendukung keterlibatan siswa secara aktif dan bermakna dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi Deep Learning dalam model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment nonequivalent control group design yang melibatkan 53 siswa kelas V SD Al Azhar 1 Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui tes HOTS berbentuk pilihan ganda beralasan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Independent Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (78,26) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (72,27). Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,003 (<0,05), sedangkan nilai N-Gain kelas eksperimen (0,41) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,20). Sejalan dengan itu, integrasi Deep Learning dalam model PBL berpengaruh terhadap kemampuan HOTS siswa dan dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2026