Kelincahan merupakan komponen kondisi fisik yang sangat penting bagi anak usia sekolah dasar, khususnya dalam mendukung aktivitas gerak dan partisipasi dalam pendidikan jasmani. Namun, keterbatasan waktu pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah sering kali belum cukup untuk mengembangkan kelincahan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kelincahan antara siswa yang mendapatkan program latihan shuttle run bolak-balik dengan siswa yang tidak mendapatkan program latihan tersebut pada siswa kelas V SDN 1 Air Deras. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain posttest-only control group design. Sampel terdiri dari 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok secara purposive sampling, yaitu 10 siswa pada kelompok eksperimen dan 10 siswa pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan program latihan shuttle run bolak-balik selama dua minggu dengan frekuensi dua kali pertemuan per minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan latihan khusus. Instrumen yang digunakan adalah tes shuttle run 4 × 10 meter yang diukur menggunakan stopwatch. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dan uji beda rata-rata independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tempuh kelompok eksperimen sebesar 13,80 detik, lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol sebesar 14,47 detik. Uji independent samples t-test menghasilkan nilai t-hitung sebesar -2,137 dengan signifikansi 0,047 (p < 0,05). Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kelincahan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang mengindikasikan pengaruh positif latihan shuttle run bolak-balik terhadap peningkatan kelincahan siswa.
Copyrights © 2026