Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan di antaranya seperti proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal, sehingga menyebabkan kurangnya keaktifan siswa dan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri berbasis Wayground terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS kelas IV SDN 72 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini dibuktikan dari uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample t-test, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri berbasis Wayground terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, nilai thitung 5,062 lebih besar dari ttabel 1,683. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbasis Wayground efektif digunakan dalam proses pembelajaran karena mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta membuat pembelajaran menjadi lebih aktif dan menarik.
Copyrights © 2026