Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya. SD YPPK Santo Stevanus Kabupaten Sorong menghadapi keterbatasan fasilitas literasi seperti tidak tersedianya perpustakaan dan pojok baca, sehingga peran guru menjadi sangat strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menumbuhkan minat baca siswa kelas IV yang mencakup peran sebagai fasilitator, motivator, dinamisator, konselor, dan evaluator. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru kelas IV dan 15 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru sebagai fasilitator belum optimal karena keterbatasan sarana; (2) Peran guru sebagai motivator terlaksana dengan baik; (3) Peran guru sebagai dinamisator terlaksana dengan baik; (4) Peran guru sebagai konselor terlaksana dengan baik; (5) Peran guru sebagai evaluator terlaksana namun masih sederhana. Simpulan penelitian ini adalah dari lima peran guru, empat peran telah terlaksana dengan cukup baik, sedangkan peran sebagai fasilitator masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan sekolah dalam menyediakan fasilitas literasi yang memadai.
Copyrights © 2026