Kemampuan motorik halus perlu distimulasi sejak usia dini karena berkaitan dengan koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketepatan gerak, serta kesiapan anak mengikuti pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan stimulasi kemampuan motorik halus melalui pembelajaran seni rupa di TKK Bunga Bangsa Ende. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 22 anak serta informan kepala sekolah dan guru pamong. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar, mewarnai, meremas plastisin, merobek kertas, menggunting pola, menempel, menggosok warna, menulis di udara, dan menulis di atas pasir melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, konsentrasi, kreativitas, dan kemandirian. Guru menggunakan demonstrasi, pemberian tugas, media bervariasi, dan pendampingan individual. Disimpulkan bahwa pembelajaran seni rupa menjadi sarana stimulasi motorik halus yang sesuai dengan perkembangan anak secara langsung dan bertahap.
Copyrights © 2026