Menurunnya penggunaan bahasa daerah pada anak usia dini dapat melemahkan keterikatan mereka terhadap budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan musik tradisional melalui lagu berbahasa daerah Ngada sebagai media penguatan identitas budaya anak di PAUD Terpadu Citra Bakti. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 16 anak kelompok B serta guru kelas dan kepala sekolah sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Ana Siu Sese, Bei Benga, dan O Uwi diintegrasikan melalui kegiatan menyimak, menirukan lirik, bernyanyi, bergerak, dan memainkan alat musik sederhana. Kegiatan tersebut meningkatkan antusiasme, keberanian, pengenalan kosakata daerah, serta pemahaman awal anak terhadap nilai dan tradisi Ngada. Disimpulkan bahwa lagu berbahasa daerah merupakan media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan untuk memperkuat identitas budaya anak usia dini serta mendukung pelestarian bahasa dan musik tradisional secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026