Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, keterampilan berpikir kritis adalah keterampilan penting yang harus dipelajari. Namun, karena pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, sebagian besar siswa masih kesulitan memperoleh keterampilan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V SDN 2 Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan. Metode desain kuasi eksperimental digunakan untuk membuat kelompok kontrol tidak setara. 60 siswa kelas V dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing dengan 30 siswa. Uji kemampuan berpikir kritis berdasarkan taksonomi Bloom yang direvisi digunakan untuk mengukur elemen pembuatan, analisis, dan evaluasi. Hasil penelitian digunakan untuk menganalisis data menggunakan t-tes sampel bebas untuk statistik deskriptif dan inferensial. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam kelompok eksperimen berada pada kategori rendah hingga menengah sebelum pengobatan, dengan skor rata-rata 58,67 pada kelompok eksperimen dan 57,33 pada kelompok kontrol. Namun, setelah pengobatan, kelompok eksperimen mencapai peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mereka, dengan skor rata-rata 82,33 pada kelompok eksperimen, dan kelompok kontrol hanya Uji hipotesis menghasilkan nilai t-count sebesar 7,128 dengan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai ukuran efek untuk kelompok eksperimen adalah 1,84, sedangkan nilai N-Gain untuk kelompok eksperimen adalah 0,57, sedangkan nilai kontrol adalah 0,27, yang menunjukkan bahwa Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026