Kaliandra (Calliandra spp.) banyak dimanfaatkan sebagai pakan, tetapi regenerasinya yang cepat dan kemampuannya mendominasi lokasi terganggu perlu diperhatikan pada kawasan rehabilitasi satwa. Penelitian ini menganalisis pola sebaran dan pemanfaatan kaliandra di Javan Langur Center (JLC) sebagai dasar untuk menyeimbangkan ketersediaan pakan dan pengelolaan vegetasi. Data vegetasi dikumpulkan secara purposive pada tiga blok (sekitar kantor kerja, karantina, dan sosialisasi), masing-masing menggunakan tiga petak bersarang berukuran 5 × 5 m untuk pancang dan 2 × 2 m untuk semai. Seluruh individu kaliandra pada setiap petak dihitung. Data pemanfaatan diperoleh melalui wawancara terhadap sepuluh masyarakat sekitar dan dua pengelola JLC, kemudian dianalisis secara deskriptif. Nilai indeks Morisita berkisar 1,011–1,390 pada tingkat pancang dan 1,049–1,342 pada tingkat semai, yang menunjukkan pola mengelompok. Sebanyak 349 individu pancang dan 130 individu semai tercatat; jumlah pancang tertinggi terdapat di blok sosialisasi (141 individu), sedangkan jumlah semai tertinggi terdapat di blok karantina (48 individu). Masyarakat terutama memanfaatkan kaliandra sebagai pakan ternak, serta sebagai bibit, sayur, kayu bakar, gagang alat, dan lanjaran; JLC memanfaatkannya sebagai pakan harian dan bahan pengayaan bagi lutung Jawa. Pemanenan selektif dan pemantauan regenerasi semai–pancang secara berkala direkomendasikan untuk menjaga pasokan pakan tanpa meningkatkan dominasi kaliandra terhadap vegetasi lokal.
Copyrights © 2026