Abstrak. Workplace well-being merupakan konstruk multidimensional yang mencakup aspek psikologis, sosial, dan fungsional pengalaman kerja karyawan, dan menjadi perhatian strategis dalam manajemen sumber daya manusia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi workplace well-being serta menganalisis dampaknya terhadap berbagai outcome organisasi pada konteks karyawan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah sintesis naratif-tematik (narrative thematic synthesis) terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2019–2025 dan terindeks di basis data Google Scholar, GARUDA, SINTA, dan Scopus. Hasil sintesis mengidentifikasi dua tema utama. Pertama, workplace well-being secara konsisten dipengaruhi oleh faktor individu meliputi work-life balance, work engagement, dan stres kerja, serta faktor organisasi meliputi perceived organizational support, iklim organisasi, workplace spirituality, fleksibilitas kerja, dan lingkungan kerja. Kedua, workplace well-being yang tinggi terbukti berkontribusi positif terhadap kinerja kerja, kepuasan kerja, keterikatan karyawan, komitmen organisasi, dan produktivitas, sekaligus berperan sebagai faktor protektif terhadap stres kerja dan burnout. Temuan ini menegaskan bahwa workplace well-being bukan sekadar variabel psikologis individual, melainkan faktor strategis yang menentukan efektivitas dan keberlanjutan organisasi. Implikasi praktis dari kajian ini mendorong organisasi di Indonesia untuk merancang kebijakan SDM yang secara holistik mendukung kesejahteraan karyawan sebagai investasi jangka panjang terhadap kinerja organisasi.Kata Kunci: workplace well-being, employee well-being, work-life balance, perceived organizational support, work engagement
Copyrights © 2026