Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan keluarga melalui peningkatan pengetahuan tentang gizi, pola asuh, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting melalui penyuluhan berbasis budaya Minangkabau di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah, Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan pada 23 April 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu balita, ibu hamil, dan kader Posyandu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet edukasi berbasis budaya Minangkabau. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan, dengan 24 peserta (80,0%) memiliki pengetahuan kategori baik dan 6 peserta (20,0%) kategori cukup pada posttest. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 62,47 ± 8,53 menjadi 86,73 ± 6,18, dengan hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,001). Penyuluhan berbasis budaya Minangkabau efektif meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting dan dapat dijadikan strategi promosi kesehatan berbasis budaya di tingkat Puskesmas.
Copyrights © 2026