Kesendirian ( kesendirian ) merupakan pengalaman umum yang dialami siswa Generasi Z di tengah kebutuhan akademik, perkembangan teknologi digital, dan dinamika kehidupan sosial. Meskipun sering dikaitkan dengan kesetaraan, kesendirian juga dapat dianggap sebagai pengalaman yang memberikan manfaat psikologis bagi individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kesendirian pada mahasiswa Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan penelitian berjumlah tiga mahasiswa Generasi Z berusia 19–22 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu kesendirian sebagai ruang refleksi dan mengenal diri, kesendirian sebagai strategi mengelola tekanan dan emosi, kesendirian sebagai bentuk perawatan diri ( self-care ), serta dinamika kesendirian antara kenyamanan dan keseimbangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesendirian lebih banyak dimaknai sebagai pengalaman yang positif karena memberikan kesempatan untuk memperoleh ketenangan, memahami diri, dan memulihkan energi. Namun, dalam kondisi tertentu kesendirian juga dapat menimbulkan kecemasan dan kecenderungan berpikir berlebihan. Dengan demikian, kesendirian merupakan pengalaman yang bersifat dinamis dan memiliki peran penting dalam kesejahteraan psikologis siswa Generasi Z.
Copyrights © 2026