Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 mencapai 40,84 per 100.000 penduduk. Di Kabupaten Kotawaringin Barat, angka kesakitan DBD mencapai 180,10 per 100.000 penduduk pada tahun 2023, dengan 903 kasus pada tahun 2024 dan 11 kasus pada awal tahun 2025. Penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus menyebabkan resistensi sehingga diperlukan alternatif insektisida alami. Akar kuning (Arcangelisia flava L. Merr.) mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak akar kuning pada konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan pendekatan post-test only control design. Sebanyak 540 nyamuk diuji, masing-masing 20 ekor per kelompok dengan lima kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan mortalitas berturut-turut pada konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% adalah 10%, 13%, 14%, 6%, dan 23%, kontrol positif 75%, sedangkan kontrol negatif 0%. Nilai LC₅₀ sebesar 0,43% (4395,42 ppm) dan uji regresi probit menunjukkan p=0,115 (p>0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak akar kuning memiliki aktivitas toksik rendah dan belum optimal sebagai insektisida terhadap Aedes aegypti pada seluruh konsentrasi yang diuji
Copyrights © 2026