Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan guru dalam mengatasi perilaku bolos siswa di UPT SMP N 35 Medan. Bolos sekolah merupakan fenomena yang meluas dan berdampak negatif terhadap prestasi akademik, karakter, serta masa depan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan satu orang guru dan 28 siswa kelas delapan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di UPT SMP N 35 Medan masih menerapkan pendekatan yang bersifat reaktif dan tidak sistematis dalam menangani perilaku bolos, yakni hanya memberikan teguran lisan tanpa dokumentasi, tidak memiliki mekanisme identifikasi dini, serta komunikasi dengan orang tua yang bersifat sporadis. Siswa mengakui telah mengetahui aturan larangan bolos namun tidak merasa jera karena lemahnya penegakan sanksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya profesionalisme guru dalam menangani bolos dipengaruhi oleh kurangnya kompetensi pedagogis, absennya SOP tertulis, minimnya kolaborasi dengan orang tua, serta kurangnya dukungan institusional. Diperlukan perbaikan sistemik yang mencakup pelatihan guru, penyusunan SOP penanganan bolos, dan penguatan komunikasi antara sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026