Penerapan modul ajar IPAS di Sekolah Dasar berperan penting dalam upaya menciptakan pembelajaran yang berpengaruh, aktif, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membahas implementasi modul ajar IPAS di lingkungan Sekolah Dasar dengan berfokus pada strategi pembelajaran yang diterapkan guru serta berbagai usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara serta dokumentasi. Subjek dalam observasi ini terdiri atas guru. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan modul ajar IPAS telah terlaksana dengan cukup baik melalui berbagai strategi pembelajaran, seperti pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, pemanfaatan media pembelajaran, serta pendekatan berbasis proyek yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa hambatan, di antaranya adanya perbedaan kemampuan belajar siswa serta rendahnya motivasi belajar. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan berbagai langkah, seperti memberikan pembelajaran remedial, menerapkan metode pembelajaran yang beragam, memberikan pendampingan secara individual, serta mewujudkan suasana belajar yang interaktif dan menggembirakan. Dengan demikian, implementasi modul ajar IPAS yang didukung oleh strategi pembelajaran yang akurat serta upaya guru yang optimal mampu memperkuat pemahaman dan hasil belajar siswa di Sekolah Dasar.
Copyrights © 2026