Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dalam konteks Kurikulum Merdeka dengan menggali tiga perspektif utama, yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan kebijakan pembelajaran berdiferensiasi yang diawali dengan asesmen diagnostik dan pemetaan karakteristik siswa. Guru telah mengimplementasikan diferensiasi konten melalui variasi format bahan ajar, diferensiasi proses melalui pemberian peran mentor dan pendampingan bertahap, serta diferensiasi produk melalui pemberian pilihan tugas yang beragam. Siswa merasakan manfaat pembelajaran berdiferensiasi melalui pengalaman belajar yang bervariasi dan pemberian pilihan tugas. Namun, implementasi masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, kurangnya pelatihan profesional yang mendalam, dan keterbatasan sarana prasarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran berdiferensiasi sangat bergantung pada dukungan sistemik yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.
Copyrights © 2026