Pemotongan dengan Gas oxy–Fuel (cutting torch) merupakan teknologi yang banyakdigunakan pada berbagai industri, terutama dalam pengolahan logam denganperbandingan oksigen dan gas LPG untuk melakukan pembakaran bertekanan padaproses pemotongan. Cutting torch sebagai teknologi yang banyak digunakan pada prosesreparasi kapal terdiri dari beberapa variabel sehingga dapat memberikan hasil yangoptimal. Veribel dengan kontribusi besar dalam mendapatkan hasil yaitu pada lajupemotongan dan jarak nozel terhadap spesimen. Penelitian ini menganalisis pengaruh lajupemotongan (0,5; 0,6; 1 cm/s) dan jarak nozel cutting torch (3; 6; 9 mm) terhadap kualitaspemotongan plat baja SS400 menggunakan teknologi oxy-LPG. Metode eksperimen dilakukandengan memvariasikan parameter tersebut pada tekanan oksigen 50 Psi dengan alat bantu cuttingplat rel. Kualitas pemotongan diukur berdasarkan lebar kerf (mm) dan kekasaran (mm)permukaan menggunakan software Image-J. Hasil menunjukkan bahwa lajupemotongan memengaruhi lebar kerf. Laju 0,6 cm/s menghasilkan kerf terkecil (2,1 mm padajarak nozel 6 mm), sedangkan laju 0,5 cm/s meningkatkan kerf akibat perambatan panas.Sedangkan jarak nozel berpengaruh signifikan pada kombinasi jarak 9 mm dan laju 0,5 cm/smenghasilkan permukaan terhalus dengan nilai kekasaran 0,28 mm. Sementara jarak 6 mmdengan laju 0,6 cm/s menghasilkan permukaan terkasar. Kesimpulan utamamenunjukkan kombinasi optimal pada jarak nozel 9 mm dan laju 0,5 cm/s untuk kualitaspemotongan terbaik.
Copyrights © 2025