Pada tahun 2022 sampai 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja keuangan dari perusahaan sektor teknologi sangat fluktuatif, dengan Return on Assets (ROA) berkisar antara -15% hingga 25%. Situasi ini menimbulkan keraguan terhadap unsur-unsur strategis khususnya digital transformation dan intellectual capital yang dapat mendorong peningkatan kinerja keuangan. Penelitian ini memiliki sebuah capaian agar melihat bagaimana intellectual capital dan digital transformation memengaruhi capaian kerja uang dari perusahaan teknologi yang telah ada pada IDX dari tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausalitas dan metodologi kuantitatif. Purposive sampling berguna untuk mengumpulkan sampel, yang menghasilkan total 75 pengamatan data panel dari 25 perusahaan. Penelitian ini menjadikan laporan keuangan sebagai data sekunder. Modified Value Added Intellectual Capital (M-VAIC) digunakan untuk mengukur intellectual capital, sedangkan digital transformation diukur menggunakan metode text analysis terhadap laporan tahunan dengan bantuan perangkat lunak Atlas.t metode regresi Common Effect Model (CEM) digunakan untuk menganalisis data melalui EViews 12. Berdasarkan temuan studi ini, modal intelektual secara terang terangan memengaruhi kerja finansial perusahan sektor teknologi, sedangkan digital transformation tidak berpengaruh tinggi untuk kerja keuangan. Hal ini memberikan pengelolaan intellectual capital yang bagus adalah faktor junci yang dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan teknologi di Indonesia.
Copyrights © 2026