Nelvirita Nelvirita
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of an integrated case-based digital accounting skills learning model to shape 21st century accountants Marwan Marwan; Nelvirita Nelvirita; Rahmayuni Alfajri
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020266886

Abstract

This study aims to develop and test the effectiveness of the Integrated Case-Based Digital Accounting Skills (ICDAS) learning model in equipping accounting students with 21st-century digital skills. This model was designed in response to the increasing industry demand for graduates with digital competencies, which until now has not been fully met by higher education. The study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach in the experimental group (n=34) and the control group (n=34). The ICDAS model integrates case-based learning, the use of digital accounting tools, and artificial intelligence (AI), combined with the Joyce, Weil, and Calhoun approach and the Outcome-Based Education (OBE) principle. The results of expert validation showed a very high level of validity (4.60–4.70), and an excellent level of practicality (4.50–4.70). Empirically, this model has been proven effective in improving students' digital skills. The average posttest score of the experimental group (M=4.00) was significantly higher than the control group (M=3.45), with the t-test results showing significance (t(66)=5.86, p<0.001). The effect size analysis (Cohen's d = 1.77) showed a very large influence, while the N-Gain value (g = 0.41) was in the moderate category. In addition, the SEM-PLS analysis confirmed that the ICDAS model was a strong predictor of digital skills development (β = 0.72, p<0.001). These findings confirm that the ICDAS model is not only valid and practical, but also effective in improving the digital skills of accounting students.
Pengaruh Digital Transformation dan Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Teknologi 2022-2024 Resta Pagilia; Nelvirita Nelvirita
JAIS - Journal of Accounting Information System Vol. 6 No. 01 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jais.v6i01.13008

Abstract

Pada tahun 2022 sampai 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja keuangan dari perusahaan sektor teknologi sangat fluktuatif, dengan Return on Assets (ROA) berkisar antara -15% hingga 25%. Situasi ini menimbulkan keraguan terhadap unsur-unsur strategis khususnya digital transformation dan intellectual capital yang dapat mendorong peningkatan kinerja keuangan. Penelitian ini memiliki sebuah capaian agar melihat bagaimana intellectual capital dan digital transformation memengaruhi capaian kerja uang dari perusahaan teknologi yang telah ada pada IDX dari tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausalitas dan metodologi kuantitatif. Purposive sampling berguna untuk mengumpulkan sampel, yang menghasilkan total 75 pengamatan data panel dari 25 perusahaan. Penelitian ini menjadikan laporan keuangan sebagai data sekunder. Modified Value Added Intellectual Capital (M-VAIC) digunakan untuk mengukur intellectual capital, sedangkan digital transformation diukur menggunakan metode text analysis terhadap laporan tahunan dengan bantuan perangkat lunak Atlas.t metode regresi Common Effect Model (CEM) digunakan untuk menganalisis data melalui EViews 12. Berdasarkan temuan studi ini, modal intelektual secara terang terangan  memengaruhi kerja finansial perusahan sektor teknologi, sedangkan digital transformation tidak berpengaruh tinggi untuk kerja keuangan. Hal ini memberikan pengelolaan intellectual capital yang bagus adalah faktor junci yang dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan teknologi di Indonesia.
PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN DIREKSI TERHADAP INDIKASI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN Diana Hanifa; Nelvirita Nelvirita
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/y1y7sv11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2021 hingga 2024 dan melihat bagaimana karakteristik dewan direksi yang berbeda memengaruhi indikasi kecurangan laporan keuangan. Ukuran dewan direksi, frekuensi rapat, keragaman gender, dan keahlian keuangan adalah beberapa karakteristik dewan direksi yang diteliti dalam studi ini. Data sekunder yang digunakan dalam analisis kuantitatif ini berasal dari laporan tahunan dan laporan keuangan berbagai perusahaan. Sebanyak 28 perusahaan dan 112 observasi dimasukkan dalam sampel, yang dipilih menggunakan teknik seleksi purposif. Regresi logistik, dibantu oleh EViews 13, digunakan untuk analisis data. Indikator kecurangan laporan keuangan tidak dipengaruhi oleh ukuran dewan direksi, frekuensi rapat, keragaman gender, atau keahlian keuangan, menurut data. Berdasarkan temuan ini, tampaknya karakteristik dewan direksi BUMN belum berhasil menurunkan kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan.