Profesionalisme guru di sekolah dasar pinggiran menarik untuk dikaji karena tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan diduga berkaitan erat dengan pola supervisi kepala sekolah. Observasi awal di SDN Andulang Gapura Sumenep menunjukkan profesionalisme guru cukup baik, ditandai oleh ketepatan waktu mengajar, penggunaan aktif perangkat pembelajaran, interaksi kelas yang kondusif, dan kemampuan beradaptasi dengan keterbatasan sarana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik supervisi, upaya pembinaan, dan dampaknya terhadap profesionalisme guru. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, dan enam guru yang dipilih secara purposif. Analisis data menggunakan model interaktif Miles et al. (2014) dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu sebagai strategi keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi klinis melalui kunjungan kelas dan supervisi kelompok melalui workshop serta Kelompok Kerja Guru, didukung enam strategi pembinaan terintegrasi. Supervisi yang konsisten berdampak positif pada peningkatan kompetensi pedagogik (60%→85%), penurunan keterlambatan (12→3 kejadian/bulan), dan peningkatan partisipasi pengembangan profesional (70%→95%). Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah yang transformasional merupakan kunci terbentuknya profesionalisme guru yang berkelanjutan di sekolah dengan keterbatasan sumber daya.
Copyrights © 2026