Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam merespons penggunaan artificial intelligence (AI) pada media pembelajaran di MI Ghayatul Anwar Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang. Penelitian ini berangkat dari kondisi nyata madrasah yang telah memiliki kesadaran terhadap pentingnya transformasi digital, namun belum memiliki peta jalan strategis dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap kepala madrasah dan lima orang guru, serta observasi langsung di lingkungan madrasah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles et al. yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, kepala madrasah perlu melakukan reorientasi visi secara partisipatif untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang futuristik dan humanis; kedua, penguatan kompetensi digital guru membutuhkan inisiatif internal berupa komunitas belajar yang difasilitasi kepala madrasah, termasuk pemanfaatan AI dalam manajemen kurikulum mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran; ketiga, keterbatasan sarana prasarana bukan hambatan mutlak apabila kepala madrasah mampu mendayagunakan sumber daya yang ada secara kreatif, termasuk pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran berbasis AI. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi AI di madrasah ibtidaiyah sangat ditentukan oleh kekuatan kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam membangun visi, kompetensi, dan budaya inovasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026