Penelitian ini menganalisis peran Komunitas Sahabat UMKM Indonesia sebagai aktor masyarakat sipil dalam politik perkotaan di Jakarta. Meskipun UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, pelaku usaha mikro masih menghadapi berbagai persoalan struktural, seperti hambatan perizinan, rendahnya literasi digital dan keuangan, serta keterbatasan akses modal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen organisasi serta sumber digital komunitas. Analisis dilakukan menggunakan kerangka modal sosial Putnam dan konsep masyarakat sipil sebagai aktor intermediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Sahabat UMKM Indonesia menjalankan tiga fungsi utama, yaitu bridging yang menghubungkan UMKM dengan lembaga keuangan, akademisi, dan pasar; capacity building melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi; serta advokasi kebijakan melalui keterlibatan dalam proses regulasi UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunitas berbasis kewirausahaan berperan sebagai institusi intermediasi yang menjembatani relasi antara negara, pasar, dan masyarakat sipil dalam tata kelola ekonomi informal perkotaan. Dengan demikian, komunitas UMKM menjadi bagian penting dari infrastruktur sosial yang mendukung tata kelola perkotaan yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Copyrights © 2026