Industri refraktori memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan sektor strategis seperti semen, smelter, pembangkit listrik, metalurgi, petrokimia, dan kaca. Namun, kemampuan produksi dalam negeri yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nasional menyebabkan ketergantungan pada produk impor, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga, gangguan pasokan, dan tekanan daya saing. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan manajemen risiko PT Vardhana Inti Pratama (PT VIP) sebagai perusahaan mixing plant plastic ramming refractory berbasis ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis semi-kuantitatif melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan perlakuan risiko. Data diperoleh dari studi dokumen, hasil wawancara, dan penilaian risiko perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 risiko yang terdiri atas 16 risiko internal dan 19 risiko eksternal pada fungsi marketing, operational, human resources, dan finance. Risiko inheren tertinggi terdapat pada ketidakkonsistenan kualitas bahan baku dan proses (R5), downtime mesin dan kegagalan peralatan kritis (R6), serta ketidakseimbangan arus kas proyek (R13), masing-masing dengan skor 20. Pada sisi eksternal, risiko dominan meliputi penurunan permintaan industri pengguna (R17), penundaan proyek pelanggan (R18), masuknya produk impor berharga lebih rendah (R19), fluktuasi harga bahan baku (R22), kelangkaan tenaga kerja terampil (R27), fluktuasi nilai tukar (R32), dan keterlambatan pembayaran pelanggan (R35), masing-masing dengan skor 16. Hasil ini menunjukkan bahwa stabilitas operasional, daya saing pasar, dan ketahanan keuangan merupakan area paling kritis bagi perusahaan. Penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 diharapkan mampu menurunkan tingkat eksposur risiko, memperkuat tata kelola perusahaan, dan mendukung keberlanjutan industri refraktori nasional.
Copyrights © 2026