Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Conversion Rate (CVR) dan Average Order Value (AOV) terhadap omzet live selling di CV Syalu Kreasi Indonesia pada periode Oktober–Desember 2025. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena penurunan omzet live selling meskipun conversion rate menunjukkan peningkatan, yang mengindikasikan adanya peran AOV yang lebih dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 31 responden yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa CVR tidak berpengaruh signifikan terhadap omzet secara parsial (sig. = 0,528), sedangkan AOV berpengaruh positif dan signifikan (sig. = 0,034; β = 0,485). Hasil uji F menunjukkan bahwa CVR dan AOV secara simultan berpengaruh signifikan terhadap omzet (F = 5,606; sig. = 0,009), dengan nilai R² sebesar 0,286 atau kontribusi 28,6% terhadap variasi omzet. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan nilai transaksi rata-rata lebih menentukan keberhasilan omzet dibandingkan sekadar peningkatan jumlah pembeli, sehingga perusahaan disarankan mengoptimalkan strategi bundling dan upselling guna meningkatkan AOV secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026