Kemunculan teknologi yang semakin simpel dan praktis memberikan peluang untuk dapat mewujudkan kolaborasi teoritik dan praktik yang nyata. Mini PCR hadir menjadi jembatan yang dapat digunakan untuk praktikum genetika molekuler. Namun tantangan besar yang menanti terletak pada aksesibilitas peralatan modern yang ada. Instruksi peralatan yang berupa teks padat seringkali menyebabkan kesalahan teknis (human error). Untuk itu perlu dibuat sebuah transformasi berupa e-modul dengan berprinsip pada cognitive load theory yaitu menyederhanakan informasi kompleks melalui infografis, diagram alir, dan dokumentasi foto asli proses laboratorium untuk memandu praktikan secara intuitif. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation dan dikombinasikan dengan eksperimen laboratorium. Teknik pengambilan data dilakukan dengan angket yang dibagikan kepada ahli materi dan media, serta mahasiswa sebagai pengguna. Analisis data dengan uji kelayakan dan uji efektifitas. Hasil penelitian berupa e-Modul dengan judul buku Digital Book Operasioal miniPCR mampu untuk selaras dengan SDGs pada poin 4 yaitu pendidikan berkualitas dan Astacita Presiden pada poin 4 yaitu penguatan sains dan teknologi, dimana penelitian ini ikut andil pada pemeraatan kualitas pendidikan berbasis molekuler dengan menyajikan virtual pembelajaran dari alat dan bahan berbiaya rendah (low-cost) namun tidak mengesampingkan akurasi dan presisi hasil. Dari analisis data berdasarkan instrumen penelitian yang digunakan disimpulkan e-Modul masuk dalam kategori sangat layak dan sangat efektif dengan persentase sebesar 83,33% dan 86%.
Copyrights © 2026