Tari Olang-olang merupakan tari tradisional masyarakat Suku Sakai di Kabupaten Bengkalis, Riau, yang berfungsi sebagai bagian dari ritual pengobata. Dengan adanya pengembangan tari Olang-olang kreasi ini adalah bentuk upaya pelestarian budaya melalui inovasi bentuk penyajian yang lebih adaptif dan edukatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penciptaan Tari Olang-Olang Kreasi dengan mengintegrasikan model Research and Development (R&D) Borg dan Gall sebagai kerangka pengembangan produk dan metode penciptaan tari Alma M. Hawkins sebagai kerangka proses penciptaan tari. Penelitian dilakukan melalui empat tahap utama, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, validasi dan uji coba, serta implementasi produk akhir. Proses penciptaan meliputi tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi yang berangkat dari karakteristik gerak burung elang sebagai sumber inspirasi. Hasil penelitian menghasilkan Tari Olang-Olang Kreasi berdurasi 6 menit 32 detik dengan struktur gerak pembuka, inti, dan penutup yang berpijak pada estetika tari Melayu. Karya ini didedikasikan sebagai bentuk media pembelajaran seni tari yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Copyrights © 2026