TikTok merupakan media sosial yang berfungsi tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang interaksi digital yang membentuk berbagai praktik komunikasi pengguna. Akun @WillieSalim, yang dikenal karena berbagi konten dan tantangan belanja, sering memicu berbagai reaksi dari pengguna internet, termasuk komentar kasar dalam bahasa mereka. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi bahasa tidak sopan yang digunakan oleh pengguna internet di bagian komentar akun TikTok @WillieSalim dan untuk menjelaskan alasan atau motif di balik penggunaan ketidaksopanan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatis, khususnya menerapkan teori ketidaksopanan Culpeper dari tahun 1996 dan 2011. Data terdiri dari kata, frasa, atau kalimat yang menunjukkan kurangnya kesopanan, yang diambil dari bagian komentar video paling populer dari tahun 2025 hingga 2026. Temuan penelitian mengungkapkan lima strategi ketidaksopanan: ketidaksopanan langsung (disebut sebagai ketidaksopanan), ketidaksopanan sopan positif, ketidaksopanan sopan negatif, sarkasme atau ejekan kesopanan, dan menahan kesopanan. Strategi dari penggunaan sarkasme dan kekasaran positif telah menjadi pendekatan yang paling umum, didorong oleh alasan seperti refleksi sosial, keraguan tentang keaslian konten, dan pelepasan emosi.
Copyrights © 2026