Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik melalui kegiatan edukasi dan praktik lapangan sebagai upaya mendukung penerapan pertanian berkelanjutan. Metode: kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode learning by doing melalui tahapan survei awal, penyuluhan, demonstrasi, praktik pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, serta pendampingan kepada petani. Hasil: menunjukkan bahwa edukasi dan praktik lapangan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik. Rata-rata tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat dari 43% sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan, serta seluruh peserta mampu mempraktikkan teknik pengolahan limbah dan mengaplikasikan pupuk organik secara mandiri. Kesimpulan: kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik serta mendorong penerapan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Kontribusi: pada peningkatan keterampilan petani dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026