Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar guru dalam mengenali karakteristik anak berkesulitan belajar, melakukan observasi secara objektif, serta menentukan dukungan pembelajaran awal yang sesuai dalam konteks sekolah dasar. Metode: menggunakan pendekatan pelatihan edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 29 Mei 2026 dengan melibatkan 26 guru UPT SD Negeri 060849 Kecamatan Medan Barat. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pre-test, penyampaian materi, analisis kasus, diskusi, post-test, dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pemahaman peserta secara deskriptif.. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru setelah mengikuti pelatihan mengenai identifikasi awal anak berkesulitan belajar. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta dari 57,69 menjadi 84,42 dengan nilai N-gain sebesar 0,64 (kategori sedang). Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam membedakan fakta observasi dan label, mengenali karakteristik kesulitan membaca, menulis, dan berhitung, serta memilih strategi dukungan pembelajaran yang sesuai. Kesimpulan: kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru dalam mengenali kesulitan belajar, melakukan observasi objektif, dan menerapkan dukungan pembelajaran awal yang sesuai untuk memperkuat praktik pembelajaran inklusif di sekolah dasar. Kontribusi: meningkatkan kapasitas guru untuk mengidentifikasi kesulitan belajar secara objektif dan mendukung penerapan pembelajaran yang lebih inklusif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026