Latar Belakang: Asthenopia (kelelahan mata) merupakan masalah kesehatan kerja yang banyak dijumpai pada masyarakat aktif bekerja, terutama pada pekerjaan yang menuntut penggunaan mata secara intensif. Di Indonesia prevalensi asthenopia terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian sindrom asthenopia di Optik Junjungan tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Optik Junjungan Palembang pada bulan Januari–Maret 2026. Populasi berjumlah 54 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square (α = 0,1). Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara jenis pekerjaan dengan kejadian asthenopia (p value = 0,001 < 0,1), terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kejadian asthenopia (p value = 0,000 < 0,1). Saran: Kepada pimpinan Optik Junjungan untuk menetapkan kebijakan pengembangan pelayanan kesehatan mata, khususnya terkait pencegahan asthenopia, serta memberikan edukasi kepada konsumen mengenai cara penggunaan mata yang sehat.Kata kunci: Asthenopia,, Jenis Pekerjaan, Optik, Usia
Copyrights © 2026