Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN USIA TERHADAP KEJADIAN MYOPIA DI OPTIK ONE PALEMBANG TAHUN 2022 Devi Susanti; Anisa
Jurnal Mata Optik Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Mata Optik
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v3i1.57

Abstract

Background: Myopia is a condition in which parallel rays that enter the eyeball are refracted by the refractive media in front of the retina. The inability of a person to see distant objects clearly or myopia can occur for several reasons. Objective: To know the relationship between gender and age simultaneously on the incidence of myopia at Optik One Palembang in 2021. Method: The type of research used in this study was a qualitative analysis with a Cross Sectional approach, in which the independent variable and the dependent variable were carried out at the same time. The sample of this study consisted of 124 respondents. Determination of the number of samples using the slovin formula and the sampling technique in this study was consecutive sampling. The refraction examination used a Snellen chart and trial lens and then followed by filling out the questionnaire. The hypothesis test used is chi square. Results: Gender, 87 respondents were female, there were 74 respondents (77.08) who were myopic and 13 respondents (46.42%) were not myopic, while from 37 male respondents there were 22 respondents (22.91%) who had myopia. and 15 respondents (53.57%) who were not myopic. Age was obtained from 89 respondents of risky age, there were 69 respondents (71.87%) who had myopia and 20 respondents (71.42%) who were not myopic. 27 respondents (28.12%) were myopic and 8 respondents (28.57%) were not myopic. The results of the Chi-square statistical test The relationship between gender and the incidence of myopia was found to be p value 0.000 and the relationship between age and the incidence of myopia was obtained p value 0.000.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TERHADAP PENYEMBUHAN PENYAKIT TB PARU Devi Susanti; Fahriani Fahriani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.373

Abstract

Latar belakang:TB paru adalah penyakit infeksi menular yang di sebabkan oleh Mycobactrium Tubeculosis. faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan penyakit TB paru diantaranya: pendidikan, pengetahuan, status sosial, ekonomi, status gizi, kepadatan penduduk dan jarak tempuh dengan pusat pelayanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut mungkin secara bersama-sama mempengaruhi penyakit TB paru yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya TB paru.Tujuan:Diketahui hubungan antara sikap dan pengetahuan pasien secara simultan dengan penyembuhan TB Paru di Puskesmas Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini dilakuakan pada bulan Januari-Maret 2019 di Puskesmas Kabupaten Ogan Ilir. Metode:Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dimana variabel independen (sikap dan pengetahuan pasien) dan dependen (penyembuhan penyakit TB Paru) diambil atau diukur dalam waktu yang bersamaan.Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB Paru yang berobat diPuskesmas Kabupaten Ogan Ilir  berjumlah 40 pasien Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen (penyembuhan TB Paru) dan variabel independen (sikap dan pengetahuan) pasien dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. .Hasil penelitian: Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai p. value 0,004. artinya ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan penyembuhan penyakit TB Paru dan diperoleh nilai p. value 0,08. artinya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan penyembuhan penyakit TB Paru. Saran:Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan program-program kegiatan khususnya penyuluhan tentang pencegahan TB Paru dalam upaya meningkatkan kesehatan dan memberikan informasi tentang bahaya penyakit TB Paru. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, TB Paru
Chest X-Ray Description Of Vaccinated And Unvaccinated Covid-19 Patients: Case Study Mustika Fatimah; Erna Widiarti; Tri Hastuti; Muslimah Putri Utami; Rima Ernia; Rina E. Sitindaon; Devi Susanti; Rizka Muliani
Science Midwifery Vol 10 No 2 (2022): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i2.556

Abstract

As Covid-19 cases increase and transmission accelerates, it is more likely that new more contagious variants emerge, may spread more easily. Chest X-Rays examination performed during the Covid-19 pandemic is highly suggestive for severe infection and could be used to determine the diagnosis. The chest X-ray image of unvaccinated Covid-19 patients, at the initial onset appeared normal and could find infiltrates paracardial bilaterally. While chest X-ray image of 5-6 months vaccinated Covid-19 patients, in the first days paracardial and bilateral infiltrates were found as well as bilateral parahillar ground-glass opacity, but in late onset, the infiltrates and ground glass opacity became more widespread and bilateral consolidation was also found.
Pemanfaatan Wortel Sebagai Upaya Mencegah Miopia Pada Siswa SDN 102 Palembang Devi Susanti
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v2i2.341

Abstract

Masalah kesehatan mata masih sangat penting bagi negara – negara maju dan juga negara berkembang terutama di negara Indonesia. Miopia merupakan salah satu masalah kesehatan mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Miopia adalah penyebab tertinggi masalah  penurunan ketajaman penglihatan pada anak-anak. Lingkungan sekolah menjadi salah satu pemicu terjadinya penurunan ketajaman penglihatan pada anak, seperti membaca tulisan di papan tulis dengan jarak yang terlalu jauh tanpa didukung oleh pencahayaan kelas yang memadai, anak membaca buku dengan jarak yang terlalu dekat, dan sarana prasarana sekolah yang tidak ergonomis saat proses belajar mengajar. Wortel (Daucus carota L) merupakan sayuran yang memiliki sumber provitamin A, vitamin B, vitamin C, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDN 102 Palembang tentang pemanfaatan wortel terhadap pencegahan  miopia pada anak. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pembagian wortel bagi peserta penyuluhan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah para orang tua mengetahui manfaat wortel bagi kesehatan mata dan bersedia untuk mengkonsumsi wortel dan mengolahnya menjadi makanan cemilan yang sehat dan lezat untuk anak. Orang tua disarankan untuk mampu mengolah wortel menjadi kreasi makanan yang menarik sehingga anak menjadi suka mengkonsumsinya sebagai upaya mencegah miopia.
HUBUNGAN ANTARA KEBERSIHAN PASIEN DAN PERAWATAN LENSA KONTAK LUNAK TERHADAP KEJADIAN IRITASI MATA Devi Susanti; Muhammad Fakhrudin Al Yahya Putra
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i1.1071

Abstract

Latar Belakang: Iritasi mata adalah keluhan-keluhan yang terjadi pada mata berupa gatal, pedih, nyeri, perih, mata merah, dan sakit sehingga terjadi gangguan didalam penglihatan. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara kebersihan pasien dan perawatan lensa kontak lunak terhadap kejadian iritasi mata di Optik Reka Jaya Palembang tahun 2022. Metode: Penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross sectional, waktu penelitian bulan Juni – Juli Tahun 2022 di Optik Reka Jaya Palembang, Hasil: Penelitian ini didapatkan bahwa hubungan kebersihan pasien dengan kejadian iritasi mata dari 25 responden kebersihan kurang baik terdapat 68% yang iritasi serta 32% yang tidak iritasi dan dari 16 responden yang kebersihan pasien baik terdapat 12,5% yang iritasi serta 87,5% yang tidak iritasi. Sedangkan hubungan perawatan lensa kontak lunak dengan kejadian iritasi mata adalah dari 23 responden yang perawatan lensa kontak lunak kurang baik terdapat 73,9% yang iritasi serta 26,1% yang tidak iritasi dan dari 18 responden perawatan lensa kontak lunak baik terdapat 11,1% yang iritasi serta 88,9% yang tidak iritasi. Saran: Petugas Kesehatan dan pegawai optik agar dapat memberikan edukasi dengan baik secara rutin kepada pengunjung dan konsumen pembeli lensa kontak mata dalam perawatan mata dan penggunaan lentak kontak agar tidak terjadi iritasi pada mata. Kata Kunci: Kebersihan Pasien, Perawatan Lensa Kontak Lunak, Kejadian  Iritasi Mata
Peningkatan Pengetahuan Remaja dengan Pemberian Edukasi Tentang Kesehatan Mata di SMA Sejahtera Palembang Devi Susanti
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.480

Abstract

Kesadaran akan kesehatan mata menjadi upaya preventif dalam menghindari kerusakan mata yang saat ini sudah banyak dialami anak usia dini. Angka kerusakan mata di Indonesia terus mengalami peningkatan yakni sebesar 1,5% dan tertinggi jika dibandingkan dengan negara di Asia. Gangguan kesehatan mata yang disebabkan oleh glucoma sebanyak (13,4%), kelainan refraksi (9, 5%), gangguan retina (8, 5%) dan penyakit mata lainnya. Kelainan refraksi mata seperti miopia mulai muncul pada anak usia 6-11 tahun dan masih terus berkembang. Pada anak usia di bawah 15 tahun sebanyak 19% juta mengalami gangguan penglihatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Sejahtera tentang kesehatan mata sehingga mencegah kerusakan mata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan memanfaatkan media seperti LCD, leaflet. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan mata siswa SMA Sejahtera Palembang sebesar 70%. Diharapkan kepada semua pihak terkair agar dapat mengembangkan program pengabdian masyarakat lebih optimal dengan integrasi program kesehatan mata yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan pihak yang berwenang.