Latar Belakang: Angka stunting di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 19,8% pada tahun 2024. Untuk menurunkan angka tersebut, sangatlah penting untuk memiliki kemauan politik yang kuat serta menggalang sumber daya melalui upaya advokasi. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian jenis-jenis advokasi, faktor-faktor yang mendukung atau menghambat proses tersebut, serta efektivitas intervensi yang bertujuan untuk mengurangi stunting. Metode: Tinjauan pustaka komprehensif dilakukan terhadap sepuluh artikel ilmiah yang telah melalui proses peer-review (2021–2026) yang bersumber dari Google Scholar, dengan data dievaluasi menggunakan metode analisis konten. Hasil: Advokasi yang didorong oleh masyarakat, melalui inisiatif kebijakan lokal, pemberdayaan pemimpin lokal, alokasi dana desa (5–10%), dan penggunaan media visual (flipchart), telah menunjukkan efektivitas yang signifikan. Di sisi lain, masalah sosial dan budaya seperti pernikahan anak serta kurangnya kolaborasi antarsektor menjadi tantangan utama. Rekomendasi: Disarankan agar pembuat kebijakan membentuk badan formal untuk memastikan koordinasi terintegrasi antarsektor, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi bidang-bidang prioritas, serta secara konsisten meningkatkan kapasitas organisasi akar rumput setempat. Kata Kunci: Advokasi stunting, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, kebijakan kesehatan, kolaborasi lintas sektor.
Copyrights © 2026