Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hakikat Alam Semesta Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Khairunnisa Khairunnisa; Sahron Aminah Siregar; Slamet Arianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hakikat alam semesta dalam perspektif filsafat pendidikan Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Kajian ini mencakup pengertian, proses penciptaan, tujuan penciptaan, serta implikasi alam semesta terhadap pendidikan Islam. Data diperoleh dari sumber klasik dan kontemporer seperti Al-Qur’an, Hadis, dan karya para pemikir Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam semesta merupakan ciptaan Allah yang penuh makna dan mengandung tanda-tanda kebesaran-Nya. Proses penciptaannya mencerminkan kebijaksanaan ilahi, sedangkan tujuannya berkaitan erat dengan peran manusia sebagai khalifah di bumi. Implikasinya dalam pendidikan Islam adalah perlunya integrasi aspek intelektual, spiritual, dan ekologis. Dengan demikian, pemahaman tentang hakikat alam semesta menjadi dasar penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang holistik.
Peran Asbabun Nuzul Qur’an Surah Ali Imran Ayat 159 Dalam Metode Pembelajaran Bagi Mahasiswa/i Pendidikan Bahasa Arab Stambuk 2020 Ahmad Razali Sinaga; Dedi Masri; Muhammad Alfiansyah; Khairunnisa Khairunnisa; Ayu Vika Lestari
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 1 (2023): Al Fuadiy : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v5i1.391

Abstract

Because the revelation of a verse of the Qur'an can be learned from it. Likewise with asbabun nuzul and the events contained in Q.S Ali-Imran verse 159 that can be learned from it in the form of deliberation learning methods. In this day and age there are many learning methods that are born. The deliberation method can be used for learning methods that will be used by students. This study aims to determine the role of asbabun nuzul Q.S Ali-Imran verse 159 in the learning method which will be used by Arabic language education students later. This study used a descriptive-based qualitative method and interviewed students with Arabic language education in 2020. Based on the results of the study, it was found that asbabun nuzul Q.S Ali-Imran verse 159 served as a learning method for students in Arabic language education in 2020.
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI ADVOKASI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irfan Sazali Nasution; Azra Muzaiyana Nasution; Diva Keysha Aura Silalahi; Khairunnisa Khairunnisa; Naila Deswita Sari; Wafida Tunnur Siregar; Yenni Fitriani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1678

Abstract

Latar Belakang: Angka stunting di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 19,8% pada tahun 2024. Untuk menurunkan angka tersebut, sangatlah penting untuk memiliki kemauan politik yang kuat serta menggalang sumber daya melalui upaya advokasi. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian jenis-jenis advokasi, faktor-faktor yang mendukung atau menghambat proses tersebut, serta efektivitas intervensi yang bertujuan untuk mengurangi stunting. Metode: Tinjauan pustaka komprehensif dilakukan terhadap sepuluh artikel ilmiah yang telah melalui proses peer-review (2021–2026) yang bersumber dari Google Scholar, dengan data dievaluasi menggunakan metode analisis konten. Hasil: Advokasi yang didorong oleh masyarakat, melalui inisiatif kebijakan lokal, pemberdayaan pemimpin lokal, alokasi dana desa (5–10%), dan penggunaan media visual (flipchart), telah menunjukkan efektivitas yang signifikan. Di sisi lain, masalah sosial dan budaya seperti pernikahan anak serta kurangnya kolaborasi antarsektor menjadi tantangan utama. Rekomendasi: Disarankan agar pembuat kebijakan membentuk badan formal untuk memastikan koordinasi terintegrasi antarsektor, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi bidang-bidang prioritas, serta secara konsisten meningkatkan kapasitas organisasi akar rumput setempat. Kata Kunci: Advokasi stunting, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, kebijakan kesehatan, kolaborasi lintas sektor.