Latar Belakang: Pernikahan dini dan stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dan gizi. Tujuan: Menganalisis efektivitas integrasi edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja putri dalam pencegahan pernikahan dini dan risiko stunting. Metode: Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri X Tanjung Raja pada bulan Maret 2026 menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi penelitian seluruh remaja putri kelas X–XII dengan teknik total sampling sebanyak 80 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dari rata-rata 57,80 menjadi 83,60 (p<0,05) dan skor sikap dari 2,68 menjadi 3,62 (p<0,05), terjadi peningkatan perilaku preventif remaja putri dalam pencegahan pernikahan dini dan stunting setelah intervensi diberikan. Saran: Agar sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan mengembangkan program edukasi kesehatan reproduksi dan gizi terintegrasi melalui kegiatan pembelajaran, UKS, dan kader kesehatan remaja secara berkelanjutan.Kata Kunci : Edukasi Kesehatan Reproduksi, Gizi Remaja, Stunting, Pernikahan Dini, Remaja Putri.
Copyrights © 2026