Latar Belakang: ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular yang dapat menyebabkan gangguan perfusi miokard, masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif akibat ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk membantu mempertahankan oksigenasi pasien antara lain posisi semi Fowler dan terapi oksigenasi. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan melalui pemberian posisi semi Fowler dan terapi oksigenasi pada pasien STEMI dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien STEMI yang dirawat di Ruang Bengawan Solo RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pengkajian mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan frekuensi napas, saturasi oksigen, penggunaan otot bantu pernapasan, dan tingkat kenyamanan pasien. Hasil: Kedua pasien menunjukkan perbaikan status respirasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen hingga 98%, berkurangnya penggunaan otot bantu pernapasan, penurunan keluhan sesak napas, serta meningkatnya kenyamanan selama masa observasi. Saran: Agar tenaga kesehatan memberikan posisi semi Fowler dan terapi oksigenasi sebagai intervensi keperawatan suportif pada pasien STEMI sesuai kondisi klinis dan terapi medis yang diberikan sebagai terapi non farmakologi.Kata Kunci: Asuhan keperawatan, Oksigenasi, Pola Napas Tidak Efektif, Semi Fowler,STEMI.
Copyrights © 2026